• Saya Kira Sudah Tidak Butuh Media Sosial

    Saya pernah berpikir bahwa hidup tanpa media sosial ternyata jauh lebih tenang.

    Tidak perlu tahu siapa yang sedang liburan.

    Tidak perlu tahu siapa yang baru beli barang mewah.

    Tidak perlu ikut ribut soal sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan hidup kita.

    Dan yang paling menyenangkan: tidak perlu merasa harus menunjukkan bahwa hidup kita baik-baik saja.

    Saya meninggalkan media sosial sejak 2021 tanpa pengumuman dramatis.

    Tidak ada tulisan, “Hiatus dari media sosial sampai waktu yang belum ditentukan.”

    Saya cuma berhenti. Meski kadang masih buka Facebook untuk bikin atau lihat iklan di marketplace. Bukan untuk update status. Instagram juga begitu.

    Ternyata dunia tidak runtuh hanya karena saya tidak mengunggah status.

    Sampai kemudian saya mengenal Threads. Dan saya mulaitertarik.

    Fyi, sebelumnya saya pernah aktif di Twitter dan kemudian kabur setelah Twitter berubah jadi X.

    Pertama kali membuka Threads, niat saya sebenarnya sederhana: cuma ingin mengamankan username. Biar ga keduluan orang lain.

    Tidak ada keinginan untuk mendapatkan banyak followers. Cuma penasaran.

    Threads sendiri merupakan platform percakapan berbasis teks dari Meta yang terhubung dengan ekosistem Instagram. Kalau Instagram lebih kuat pada foto dan video, Threads terasa lebih dekat dengan ruang untuk berbicara, berkomentar, dan bertukar pikiran.

    Di situlah saya mulai merasa ada sesuatu yang berbeda.

    Orang tidak selalu datang membawa foto terbaiknya.

    Kadang cuma membawa cerita.

    Kadang membawa pertanyaan.

    Kadang membawa keresahan.

    Kadang bahkan hanya menulis sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana.

    Dan justru yang sederhana itu yang menarik.

    Ternyata Saya Bukan Tidak Butuh Media Sosial

    Setelah beberapa lama mengamati Threads, saya mulai curiga.

    Jangan-jangan selama ini saya bukan tidak membutuhkan media sosial.

    Saya hanya tidak membutuhkan media sosial yang melelahkan.

    Ada perbedaan besar di antara keduanya.

    Saya tidak keberatan membaca cerita orang.

    Saya tidak keberatan melihat pendapat yang berbeda.

    Saya bahkan senang menemukan orang yang punya pengalaman hidup yang mirip.

    Yang membuat lelah adalah ketika media sosial berubah menjadi arena pamer, pertengkaran, saling menghina, dan perlombaan untuk membuktikan siapa yang paling benar.

    Kita masuk sebentar untuk mencari hiburan.

    Keluar-keluar malah membawa emosi.

    Padahal hidup di dunia nyata saja sudah cukup rumit.

    Mengapa harus ditambah keributan dari orang yang bahkan tidak kita kenal?

    Jadi, Apakah Saya Kembali Bermedia Sosial?

    Jawabannya: mungkin.

    Saya masih belum tahu apakah Threads akan bertahan lama dalam rutinitas saya atau nanti kembali saya tinggalkan seperti media sosial sebelumnya.

    Untuk sekarang, saya menikmatinya.

    Bukan sebagai tempat untuk menjadi terkenal.

    Bukan untuk membuktikan sesuatu kepada siapa pun.

    Cukup sebagai tempat singgah.

    Menulis sedikit.

    Membaca sedikit.

    Tertawa sedikit.

    Mungkin sesekali menemukan pemikiran baru.

    Setelah lama meninggalkan media sosial, ternyata saya tidak benar-benar kehilangan kebutuhan untuk berkomunikasi.

    Saya hanya kehilangan minat terhadap kebisingannya.

    Dan Threads membuat saya berpikir ulang:

    Barangkali kita tidak perlu meninggalkan media sosial.

    Kita hanya perlu belajar menggunakannya dengan lebih waras.

    Meski kata teman, di Threads banyak pasien rawat inap hehe..