Tahun 2009 adalah momen pertama saya mengenal dunia blogging. Sejak itu, saya seperti menjadi “candu” untuk berinteraksi melalui dunia maya, sebutan untuk internet pada zaman itu, yang menurut saya kini sudah tidak lagi relevan.
Internet hanyalah sarana. Sementara manusia di balik layar adalah nyata, bukan maya.
Melalui blogging, saya berkesempatan berkenalan dengan narablog dari berbagai daerah sekaligus menambah wawasan. Interaksi dan pengalaman itulah yang kemudian membuat saya jatuh cinta pada dunia blogging.
Beberapa kali sempat kopi darat dengan teman blogger, yang semakin menguatkan bukti bahwa internet bukanlah duinia maya.
Sekira akhir 2011, saya hiatus hingga akhirnya domain saya mati pelan-pelan.
Dan sekarang, setelah mulai jenuh dengan hiruk-pikuk media sosial yang semakin keruh, saya memilih menepi dan (berniat) kembali ngeblog. Meski, jujur saja, saya sendiri tidak yakin bisa konsisten. Hehe…
By the way, saya sebenarnya sudah mundur teratur dari media sosial sejak 2021. Anehnya, setelah itu hidup terasa jauh lebih tenang.
Namun, kemudian muncul satu masalah baru:
Ke mana saya harus menuangkan curahan hati?
Maka, muncullah blog ini.
Sebuah ruang kecil untuk menulis, bercerita, menyimpan pikiran, dan merekam jejak perjalanan. Jejak Sultan.
Entah akan bertahan berapa lama, entah akan sesering apa tulisan di sini diperbarui. Untuk sementara, biarlah blog ini berjalan sebagaimana mestinya.
Yang penting, saya sudah kembali.
Dari sebuah lorong kecil dekat pasar tua di Jakarta Selatan.
28 Agustus 2026